Sunday, August 3, 2014

Malam Menjelang Hari KKN

       Beberapa tas sudah berdiam diri disudut kamar. Lemari terkesan sudah ringan karena kehilangan sebagian isinya. Malam ini, kamar lusuh pun bisa jadi sebuah ruangan berinterior mewah dan sangat bernilai. Tatapan mata pun bisa menatap lekat pada memori hari-hari sebelumnya. Ah, mungkin sedikit lebay, tapi hal ini wajar jika memang terjadi. Rasanya malam ini akan jadi malam terindah untuk memuaskan diri tidur dengan kondisi seperti biasanya, diatas kasur yang biasanya, suasana kamar yang biasanya, dengan gaya hidup dan rutinitas yang juga seperti biasanya.
           Dan tibalah malam ini, malam menjelang hari keberangkatan KKN esok hari. Hari yang sudah dinanti ataupun malah terpaksa dihadapi oleh sebagian mahasiswa. Ya, kegiatan ini mungkin terasa berat diawal, ketika kita harus meninggalkan 'zona nyaman' yang biasa kita hadapi, meninggalkan orang-orang yang kita kasihi, atau mungkin juga barang-barang yang kita sayangi. Siap tidak siap, keberangkatan besok memang harus dijalani. Tanpa disadari ternyata masih banyak tugas, tantangan, petualangan, pembelajaran, yang sedang menunggu kami. Bayangan akan suatu perjalanan menyenangkan pun sudah tak sabar untuk dihadapi. Ditemani suatu penduduk yang ramah, suasana persawahan dan perkampungan yang kental, pemukiman yang masih kental dengan adat dan tradisi, semuanya bercampur jadi satu. Harapan kami untuk bisa diterima di lingkungan baru tersebut. Harapan kami untuk bisa memberi manfaat bagi orang banyak. Harapan kami untuk mendapatkan pembelajaran tentang arti hidup, bahwa sebenarnya hidup tidak sesulit apa yang kita pikirkan, bahwa hidup tidak hanya berhenti tentang hanya memikirkan diri sendiri, bahwa hidup bukan untuk berdiam diri, bahwa banyak kesenangan yang bisa kita raih, bahwa sebenarnya diluar sana banyak keindahan-keindahan dan pengalaman yang bisa kita dapatkan. Pertanyaannya, seberapa puaskah kita menghadapi tantangan? Seberapa survive-kah kita menghadapi semua langkah-langkah perjalanan? Seberapa besarkah hati kita dalam menghadapi setiap perbedaan yang ada, menjadikannya sebagai sebuah keberagaman yang indah? Seberapa kreatifkah kita dalam menghadapi setiap permasalahn yang datang?
            Semoga Allah meridhoi perjalanan kami esok. Semoga kami selalu berada dalam lindungan-Nya hingga sampai ke tujuan. Ke sebuah desa yang ditakdirkan untuk kami tinggali sementara waktu. Desa yang mungkin sekarang sedang menunggu kedatangan kelompok 166 esok hari. Ya, desa itu, desa Baro Nyong.


1 comment: